Minggu, 03 Juli 2011

Dua Kancing

Tantangan itu selalu menggairahkan. Setelah beberapa kali membuat taplak renda, kali ini ada yang memesan coat renda. Setelah ada kesepakatan warna, akhirnya aku bisa dengan mudah menemukan jenis benangnya. Baru kemudian aku mencari pola dan motif yang cocok.
Untung yang memesan gak banyak permintaan "manut-manut wae... terserah.. percaya deh.. pasti bagus". Nah yang seperti ini malah sering membuatku ingin memberikan yang terbaik, yang mampu kubuat.
Dan mulailah aku merenda... rantai demi rantai hingga akhirnya.. selesai juga, tinggal membuat lingkaran di sekeliling untuk menempatkan kancing.
Dalam pikiranku, kancing itu harus besar dengan warna yang sesuai dan aku cuma butuh 2 buah. Iseng, aku nyoba ke toko dekat rumah yang jual peralatan jahit menjahit. Pesimis sih.. karena yang aku inginkan kancing besar yang di bungkus kain.... benar saja... nggak ada!!. sedih juga... trus nyari kemana ya...
sepertinya sederhana tapi ya susah juga. Karena aku mesti beli kancing dulu, terus beli kain dengan warna yang sesuai, kemudian baru di bungkus... repot sekali...

Akhirnya, kubiarkan saja dulu... beberapa hari.. sambil memikirkan bagaimana baiknya. Hingga suatu hari, aku iseng membuka beberapa doos yang menyimpan kotak-kotak berisi bahan-bahan untuk membuat kerajinan. Dan tiba-tiba aku melihat kancing besar dibalut kain warna merah marun, persis coat rendaku... kok bisa??? dan ketika aku dengan penasaran membuka kotak lebih dalam lagi, aku melihat satu buah kancing yang sama... dan ternyata di kotak itu hanya ada 2. Persis seperti yang aku butuhkan.... lagi-lagi aku heran.... kok bisa???
Dengan sukacita aku segera menyelesaikan coat rendaku. dan kedua kancing itu dengan cantik terpasang disana....
Aku sudah lupa, kapan aku meletakkan dua kancing berwarna merah marun itu di kotak kerajinan tanganku. Aku hanya menyadari sesuatu, bahwa tidak ada yang sia-sia. Semua yang kita lakukan di masa lalu memiliki benang merah dan mata rantai yang berkaitan dalam kehidupan kita sekarang. Mungkin waktu itu, aku meletakkan 2 kancing dalam kotak, pasti tanpa tujuan yang jelas. Sekedar menyimpannya. Tapi siapa sangka akan berguna, di kemudian hari..ketika aku sangat membutuhkannya.
Kadang aku merasa telah membuat keputusan yang salah, mengambil langkah yang keliru, melakukan hal-hal yang sia-sia...Menemukan dua kancing merah marun itu, membuat aku menyadari bahwa tidak ada kesia-siaan dalam hidup ini. Sepertinya, semua sudah tergaris seperti itu, kita tinggal menjalaninya saja. Keyakinan bahwa suatu saat pasti akan berguna, hanya setitik iman yang memberi kekuatan yang luar biasa untuk menerima segala sesuatu dengan lebih ikhlas.

Coat rendaku sudah selesai kubuat dan kuberikan kepada sahabat SMP ku yang cantik. Sebuah mata rantai yang indah, ketika kami dipertemukan lagi setelah hampir 40 tahun. Apakah ini kebetulan??? bagiku tidak!!. Semua memang sudah direncanakanNya. Suatu hari nanti... coat renda inipun, akan memberikan makna tersendiri dalam kehidupannya, dan juga kehidupanku. Seperti apa?? kami tidak pernah tahu.. seperti dulu kami tidak pernah tahu, apa arti persahabatan ini... ketika kami hanya dua orang gadis kecil yang menginjak remaja...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar