Senin, 30 Juli 2012
Tempat Tissue
Kalau mau memberi hadiah renda untuk cowok... dengar aja rasanya kok sudah feminin gitu...
Tapi ketika renda dibuat tempat tissue... rasanya jadi maskulin.. iya nggak?!
apa pun komentar Anda... tempat tissue ini jadi cakep... apalagi kalau mau di tempatkan di dalam mobil...
coba deh!!
Tapi ketika renda dibuat tempat tissue... rasanya jadi maskulin.. iya nggak?!
apa pun komentar Anda... tempat tissue ini jadi cakep... apalagi kalau mau di tempatkan di dalam mobil...
coba deh!!
Rabu, 25 Juli 2012
Vest V
![]() |
| Vest V |
Sepupuku membelikan aku benang sembur (istilah untuk warna gradasi benang) orange kehijauan. Selain itu dia juga membelikan warna polos orange dan hijau.
Aku tertarik untuk membuat vest V, karena bentuknya yang unik. Pasti akan serasi kalau dipadukan warna sembur orange hijau dan hijau polos...
Itulah awalnya, belum terpikir vest V ini untuk siapa. Tapi pastilah aku berpikir untuk diriku sendiri... sepertinya pas untuk acara launching bukuku nanti....
Dan tangan mulai merenda... asik dan menyenangkan, karena jenis benang ini lembut dan warnanya yang ceria membuat hatiku gembira untuk menyelesaikannya....
Ketika motif untuk warna sembur orange hijau 80 persen selesai, benangnya habis. Karena penasaran, pergilah aku ke Jogja, ke toko tempat sepupuku membeli benang.... jawabnya....HABIS!... mampus deh!.
Trus bagaimana ini??
Akhirnya aku pelototi motifnya, mana yang bisa disingkirkan tanpa merubah polanya. Mau tidak mau aku harus mengurangi satu deret motif supaya benangnya cukup....
Akhirnya jadi... dan terakhir aku menutupnya dengan hijau polos.... selanjutnya menambahkan tali dengan gantungan bunga-bunga untuk pengikat di bagian leher... selesai sudah!!
Kupandangi hasilnya .... dan aku bangga dengan hasil karyaku... karena memang indah!!....
Lama memandangnya, aku baru sadar... kok kecil ya.... jangan-jangan kekecilan nih buatku....
Hahaha... benar... hadeeewww....
Langsung aku berpikir... siapa ya ... yang cocok dengan vest V ceria ini.... harus yang berkarakter muda dan ceria dan langsing tentunya... dan langsung aku ingat sahabat leoku....
Ketika aku hubungi... hal ditanyakan adalah... "ada warna orangenya nggak mbak?... soalnya aku barusan beli selop orange...." langsung aku menjawab dengan semangat "adaaaaaa...."
dan kami tertawa.... senangnya kalau sehati...
Nggak perlu komunikasi, nggak perlu bertanya ini-itu... rasanya memang semua sudah direncakan begitu olehNya....
![]() |
| Ibu Susana & Trisiwi |
Warna Psikologi
Mengenal Ibu Tjipto Susana Psi, ternyata memberikan pengalaman indah bagiku. Berawal dari rencana launching buku pertamaku, yang membutuhkan narasumber untuk memberi komentar isi bukuku. Selain sahabat lama AA.Kunto... kami memilih ibu Susana.
Tanpa bertemu, kami pede sekali untuk bisa bersama-sama meluncurkan bukuku. Tanpa konsep dan tanpa rencana apa yang akan dibicarakan.
Disore hari, ketika ibu Susana datang, dia hanya berkomentar "kita pasti pernah bertemu..." rasa-rasanya memang wajah tidak asing. Tapi betapa sulitnya aku mengingat-ingat. Tidak masalah... ternyata semua berjalan lancar... walaupun tanpa kompromi sama sekali.
Seusai launching, hatiku tergerak untuk membuatkan kenang-kengan renda untuk beliau. Maka aku tanyakan warna apa yang disukainya... jawabnya terserah... apapun pilihanku pasti dipilih dengan hati.
Dan aku memilih benang warna ungu sembur (istilah untuk benang yang berwarna gradasi)... dan mulailah tangan-tangan merenda, membuat syal yang unik yang kurasa cocok untuk beliau.
Selesai sudah dan segera kukirimkan....
Beberapa hari kemudian aku mendapat sms....
mbak... renda sudah sampai... wah warna psikologi.... ungu... so sweet... thanks a lot....
aku terkesima... dan segera aku balas....
O.. iya toh....malah aku nggak tahu kalau itu warna psikologi... wah tanganku dituntun Gusti bener... syukurlah kalau senang....
Sungguh... aku benar-benar tidak tahu kalau warna ungu adalah psikologi... memang benar kata ibu Susana, pilihan dengan hati, pasti akan sesuai dengan hatinya...
Terimakasih Tuhan, yang telah menuntun tangan ini... menciptakan sesuatu yang sesuai dengan hatinya. Karena hanyalah Tuhanlah yang tahu bagaimana hati orang lain. Aku hanya menjalankan saja....
Tanpa bertemu, kami pede sekali untuk bisa bersama-sama meluncurkan bukuku. Tanpa konsep dan tanpa rencana apa yang akan dibicarakan.
Disore hari, ketika ibu Susana datang, dia hanya berkomentar "kita pasti pernah bertemu..." rasa-rasanya memang wajah tidak asing. Tapi betapa sulitnya aku mengingat-ingat. Tidak masalah... ternyata semua berjalan lancar... walaupun tanpa kompromi sama sekali.
Seusai launching, hatiku tergerak untuk membuatkan kenang-kengan renda untuk beliau. Maka aku tanyakan warna apa yang disukainya... jawabnya terserah... apapun pilihanku pasti dipilih dengan hati.
Dan aku memilih benang warna ungu sembur (istilah untuk benang yang berwarna gradasi)... dan mulailah tangan-tangan merenda, membuat syal yang unik yang kurasa cocok untuk beliau.
Selesai sudah dan segera kukirimkan....
Beberapa hari kemudian aku mendapat sms....
mbak... renda sudah sampai... wah warna psikologi.... ungu... so sweet... thanks a lot....
aku terkesima... dan segera aku balas....
O.. iya toh....malah aku nggak tahu kalau itu warna psikologi... wah tanganku dituntun Gusti bener... syukurlah kalau senang....
Sungguh... aku benar-benar tidak tahu kalau warna ungu adalah psikologi... memang benar kata ibu Susana, pilihan dengan hati, pasti akan sesuai dengan hatinya...
Terimakasih Tuhan, yang telah menuntun tangan ini... menciptakan sesuatu yang sesuai dengan hatinya. Karena hanyalah Tuhanlah yang tahu bagaimana hati orang lain. Aku hanya menjalankan saja....
Senin, 23 Juli 2012
Minggu, 22 Juli 2012
Didi's Vest
Kali ini aku pingin membuat vest. Pastilah harus mencontoh pola dari buku. Tanpanya aku tidak punya gagasan apa pun bagaimana cara membuatnya.
Kali ini, tertantang untuk membuat vest yang benar-benar sesuai dengan ukuran tubuh seseorang. Tidak sekedar mengikuti pola.
Dan teman anakku yang bertubuh mungil ini minta dibuatkan vest... "ok" langsung kutanggapi dengan senang hati.
Setelah memilih model, akupun menyiapkan benang dan mulai bekerja.
Satu persatu bunga warna hijau aku buat terlebih dahulu. setelah selesai 12 buah, aku merangkainya melingkar, untuk melihat dan memperkirakan berapa panjang lingakarannya nanti.
Aku terkejut "lhoh...kok buat aku aja kegedean... wah gawat...! teman anakku ini mungil, bisa kedodoran nih nanti jadinya".
Akhirnya, aku minta ukurannya tubuhnya, untuk memastikan sekali lagi.
Hadeeew... jangankan 12 bunga, 10 bungapun ternyata masih terlalu besar. Kalau aku turunkan 8 bunga, jadinya kekecilan. Padahal hitungannya harus genap.
Mau tidak mau, ukuran yang tepat adalah 9 bunga, ganjil.... waduuuh... perlu pemikiran khusus untuk membuat model vest ini bisa terbentuk.
Setelah beberapa kali di bongkar. Dipasang dan diukur lagi.. akhirnya aku menemukan pola yang tepat hingga vest bisa terbentuk dengan sempurna.... senangnya....
Ternyata, untuk membuat sesuatu yang sempurna, diperlukan ketekunan, mau belajar dan tidak berhenti sebelum selesai....
Semoga hasil karya ini mempercantik teman anakku di hari Lebaran nanti.
Kali ini, tertantang untuk membuat vest yang benar-benar sesuai dengan ukuran tubuh seseorang. Tidak sekedar mengikuti pola.
Dan teman anakku yang bertubuh mungil ini minta dibuatkan vest... "ok" langsung kutanggapi dengan senang hati.
Setelah memilih model, akupun menyiapkan benang dan mulai bekerja.
Satu persatu bunga warna hijau aku buat terlebih dahulu. setelah selesai 12 buah, aku merangkainya melingkar, untuk melihat dan memperkirakan berapa panjang lingakarannya nanti.
Aku terkejut "lhoh...kok buat aku aja kegedean... wah gawat...! teman anakku ini mungil, bisa kedodoran nih nanti jadinya".
Akhirnya, aku minta ukurannya tubuhnya, untuk memastikan sekali lagi.
Hadeeew... jangankan 12 bunga, 10 bungapun ternyata masih terlalu besar. Kalau aku turunkan 8 bunga, jadinya kekecilan. Padahal hitungannya harus genap.
Mau tidak mau, ukuran yang tepat adalah 9 bunga, ganjil.... waduuuh... perlu pemikiran khusus untuk membuat model vest ini bisa terbentuk.
Setelah beberapa kali di bongkar. Dipasang dan diukur lagi.. akhirnya aku menemukan pola yang tepat hingga vest bisa terbentuk dengan sempurna.... senangnya....
Ternyata, untuk membuat sesuatu yang sempurna, diperlukan ketekunan, mau belajar dan tidak berhenti sebelum selesai....
Semoga hasil karya ini mempercantik teman anakku di hari Lebaran nanti.
Langganan:
Komentar (Atom)













